Kado Terindah Untukku
Huuh… aku bête bangeet hari ini. Ya gara-gara siapa lagi kalau bukan sahabatQ sendiri. Sakit ea rasanya kalau kita gag dingertiin ma sahabat kita sendiri. Hm,,, udah seminggu lebih kita bertengkar. Tapi ea mau bagaimana lagi??? Ea sudahlah lebih baik aku nelpon Ema aja, sapa tahu dya bisa ngasiik solusi.
Aku pun langsung mengambil HP NokiaQ n’ langsung nelpon Ema.
“ Halo, bisa bicara dengan Ema?”
“ Ea nhe Ema ada apa Tha??? Kocg suara mu kayak benang kusut gitu??? Mau crita ma aku gag?”
Tanpa basa basi aku pun langsung bercerita pada Ema. “ Gini ma,,, kamu tahu kan kalo aku lagi bertengkat ma Ana? Itu pun karna dya yang salah gag mw dances waktu kelompok kita disuruh latihan padahal aku udah ngomong baik-baik ma dya, tapi dya tetep aja gag mw! Padahal kan udah tak suruh jangan nari yang penting dya ikut aja disana… tapi kamu tahukan responnya apa???”
“ Ia aku tahu apa responnya Tha, tapi yang penting kamu sabar aja mungkin 2 atau 3 hari lagi dya bakal minta maav ma kamu,, jadi yang sabar ea Tha!” ujar Ema sambil menasehatiku.
“ Ea, Ma moga-moga apa yang kamu bilang itu bener! Ook, kalau gitu thaank’s ea Ma!” Kami pun langsung menutup telpon.
Gag terasa hari sudah malem. Di setiap malem, aku pasti selalu ngeliat kearah langit, karena entah kenapa hanya langiitlah yang gelap penuh dengan bintang-bintang yang bisa membuat hatiku terasa damai. Malam itu rumah terasa sepi karena kebetulan ortuQ sedang pulang kampung dan dengan terpaksa aku pun harus sendirian di rumah.
“ Sampai kapan sicg aku harus musuhan sama dya?” Itu yang terus aku tanyain sama diriku sendiri. Seminggu ini aku ngerasa udah gag deket lagi ma dya. “ Duuuuh…. Booooseeen dech mikirin itu-itu aja terus, juga sekarang udah malem , mendingan aku tidur aja. Mungkin besog ada cara supaya aku bisa baikan lagi ma Ana,” ucapku sambil membaringkan diri dikasur.
Keesokan harinya Ema pun dating kerumahku pagi-pagi sekali.
“Permisi…..permisi…..Pitha…Phita..” ujarnya sambil mengetuk pintu.
“ Aduuh Ema ngapaiiin sicg dateng pagi-pagi kerumahku? Gag tahu apa ini hari minggu,,, harinya orang santaii tahu!!!” ujarku sambil mempersilahkah Ema masuk.
“ OMG Tha,,, kamu lupa ea sekarang hari apaaa?” ujarnya sambil menggerutuk.
“ Hm,, setahuQ sekarang hari minggu n’ dikalender ditulis tanggal merah!!!,, tapi emang sekarang hari apa ea Ma??” ucapku sambil merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh Ema.
“ Hm,,, mungkin kepalamu harus dijedukin dulu ea baru sadar!!! Sekarang tou hari ULTAH mu Tha!!!” ujarnya sambil merasa jengkel.
“ Ya ampuun aku lupa sekarang aku ULTAH,, YA Tuhan gara-gara mikirin masalah itu tuh Q jadi lupa harii ini ULTAHq!!!”
“ Oookk…ok kalau gitu aku ucapin HAPPY BIRTHDAAY TO YOOU ea moga-moga panjang umur n’ apa yang kamu cita-citakan bisa tercapai.” Ujarnya sambil memberiku sebuah kado kejutan.
“ Ya Tuhan,,, thank’s bangeeet ea Ma, kamu udah ingetin hari ULTAHq sekali lagi thaank’s ea Ma!” ucapku sambil memeluknya erat-erat.
“Yayaya,,, tapi masih ada satu kejutan lagi!”
“ Apa tuh Ma???”
“ Aku mau ngajak kamu jalan-jalan ke suatu tempat!”
“Kemana???”
“Ketempat yang kamu suka decg pokoknya!!!” ujarnya sambil mengajakku pergi.
Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, ternyata Ema membawaku ke suatu tempat yang selalu ingin ku kunjungi.
“ Ema ini pantai kan?” ujarku masih gag percaya Ema akan mengajakku ke pantai!
“ Ea ialah ini pantai Tha, kamu kira ini apa?” ucapnya sambil menarikku berjalan menelusuri tepi pantai.
“ Hm,, thaaank’s you ea Ma,, kamu udah ngasiiik banyaaaak bangeet kejutan ma aku.” ujarQ sambil memeluknya.
“ Ea ealah… itulah gunanya sahabat selalu ada disaat kamu galau, sediih, seneng atau lagi pengen refresing .” ucapnya sambil tersenyum padaku.
Waktu pun terus berlalu kami pun terus menyusuri jalan hingga aku terkejut melihat sosok orang yang tidak asing lagie aku lihat. Ternyata benar dugaanQ, dya adalah sahabat ku yang selama ini udah gag bareng lagi. Disana pun kami bertiga saling bertatapan dan membisu, lalu ketika itu Ana pun mulai membuka pembicaraan.
“ Tha aku tahu aku salah, aku minta maav atas kejadian kemariin ea, kemarin aku gag berani ngomong ma kamu karna aku tahu kamu lagi emosi makanya lebih baik aku mencari moment yang pas untuk ngomong ma kamu!” ujarnya.
Aku sempat diem beberapa saat tapi ya sudahlah apa gunanya juga aku lama-lama musuhan ma sahabatq sendiri.
“ Ok. Ya udahlah lupaiin aja masalah kemarin, aq juga udah maavin kamu kocg!” ujarq.
“ Thank’s ea Tha kamu memang baeeek.” Ucapnya.
Kami pun langsung berpelukan dan tanpa terasa air mata kami mulai menetes . Disaat yang bersamaan pula Ema langsung menenangin kami.
“ Wooooiiii,,, udah donk nangiisnya sekarang kan harii bahagiaa, masak harus dipenuhi dengan air mata sicg!” ujar Ema.
“ Ooiia kamu sekarang ULTAH ea Tha??? HAPPY BIRTHDAAY ea, mogaa-moga ini menjadi hari yang spesial buat mu.” Ujarnya sambil memberiku sebuah hadiah, kalung liontin.
“Thaank’s ea My Best Friends ku kalian emang sahabat yang terbaaiiik untukku.” Ujarku sambil tersenyum.
Tak terasa sekian lama kami bermain air, ternyata sang fajar pun mulai tenggelam, disana pun kami duduk bertiga sambil melihat sang fajar tenggelam dan disana pun kami berjanji “ apabila kami bertengkar atau bermusuhan kami harus bisa berkumpul kembali.” Selesai kami mengucap janji aku pun langsung mengajak mereka pulang.
“ Ma, Na kayaknya udah maleem kita pulang yuck!”
“ Oooook, Tha.” Ujar mereka serempak.
Setelah sampai dirumah aku pun berkata; “Ya Tuhan ini adalah kado terindah yang kau berikan disaat hari Ulang Tahunku… tHank’s God.” Ujarku sambil mengucap syukur.
By : Puspita Palgunadi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar